Mengenal Ciri-ciri Development Delay pada Anak

Mengenal Ciri-ciri Development Delay pada Anak

Memperhatikan pertumbuhan dan perkembangan bayi sejak dari dalam kandungan sampai ia lahir ke dunia merupakan suatu hal yang menggembirakan sekaligus membanggakan bagi orang tua. Pertumbuhan dan perkembangan yang terlambat pada bayi tentu menjadi sebuah mimpi buruk bagi para orang tua. Terhambatnya kemampuan tumbuh kembang anak ini disebut dengan development delay.

baby boy

Jenis-jenis Developmental Delay

Motor Skill Delay

Keterlambatan tumbuh kembang anak yang pertama ini berhubungan dengan masalah keterampilan motorik kasarnya. Orang tua pun harus dapat mengenali ciri-ciri bayi yang mengalami motor skill delay ini. Jika bayi Anda tidak bisa berguling-guling sampai usia 6 bulan, maka ia kemungkinan mengalami motor skill delay. Ciri-ciri lainnya, bayi tidak dapat duduk sendiri sampai usia 8 bulan, tidak dapat merangkak sampai usia 12 bulan dan belum mampu berjalan pada usia 15 bulan.

Cognitive Skill Delay

Ciri-ciri anak yang mengalami keterlambatan kemampuan kognitif adalah seperti tidak dapat memahami petunjuk sederhana, tidak terlalu berminat pada mainan, tidak mampu melibatkan diri dalam permainan fantasi, mudah merasa terganggu dan tidak dapat berkonsentrasi pada suatu kegiatan selama lebih dari 5 menit. Ciri-ciri ini terjadi antara umur 3-5 tahun.

Speech Delay

Jenis developmental delay yang terjadi pada bayi yang satu ini dirasa sebagai jenis yang paling sering dialami oleh anak. Ciri-cirinya pun bisa Anda kenali jika di usianya yang ke-3 tahun, ia masih tidak dapat berbicara dalam frasa pendek. Kemudian, jika di usia 4 tahun anak masih belum bisa menggunakan lebih dari 3 kata di dalam satu kalimat. Ciri lainnya, jika anak Anda mengalami kesulitan dalam memahami dua perintah sekaligus maka kemungkinan ia mengalami speech delay.

Social and Emotional Delay

Jenis yang ke-3 ini dapat menyebabkan anak kesulitan dalam berinteraksi dengan orang dewasa dan anak lainnya. Anak dengan keterlambatan sosial ini ditunjukkan ketika ia sangat sulit berpisah dari orang tua atau pengasuh di usia 3 tahun atau tidak menanggapi anak lain serta keluarga pada usia 4 tahun dan sangat sering merasa takut, malu, sedih pada usia 5 tahun.

Masalah pada pertumbuhan dan perkembangan bayi sampai anak-anak ini disebabkan oleh berbagai hal mulai dari kebiasaan buruk ibu sewaktu hamil, pola asuh yang tidak efektif, infeksi sampai dengan kelainan otak. Orang tua sebaiknya lebih perhatikan pada segala sesuatu yang berhubungan dengan pertumbuhan dan perkembangan bayi Anda. Baca lebih banyak informasi mengenai perkembangan bayi di website Zwitsal.

Post Comment